Kecemasan Kini Menjadi Alasan Utama Perempuan Mencari Konseling, Menggeser Masalah Hubungan
Laporan ini memetakan pola keluhan berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, serta perbandingan sebelum dan sesudah pandemi. Salah satu temuan utamanya: kecemasan telah menggeser masalah hubungan sebagai keluhan terbanyak, khususnya di kalangan klien perempuan.
Pada klien perempuan, kecemasan kini menempati posisi pertama dengan 25,8 persen, sedikit di atas masalah hubungan yang berada di angka 24,9 persen. Pada klien laki-laki, masalah hubungan masih memimpin (27,4 persen), dengan kecemasan di posisi kedua (18,1 persen).
Selisih 7,7 poin persentase pada kecemasan antara perempuan dan laki-laki merupakan jarak terbesar untuk seluruh kategori keluhan non-adiksi dalam data tersebut.
- Kecemasan menggeser masalah hubungan sebagai keluhan utama perempuan.
- Stres kerja pada perempuan melampaui laki-laki untuk pertama kalinya — 12,2 persen berbanding 8,6 persen pada 2025, membalik pola yang bertahan sepanjang dekade 2010-an.
- Kelelahan mental (burnout) melonjak dari 0,6 persen klien pada 2011 menjadi 2,8 persen pada 2025 — naik sekitar lima kali lipat sebagai proporsi klien, atau sebelas kali lipat jika dihitung dari jumlah kasus mentah.
Dan Auerbach, Clinical Director Associated Counsellors & Psychologists Sydney sekaligus penggagas studi ini, menilai kombinasi pergerakan angka kecemasan dan burnout menandakan perubahan yang berarti pada permintaan layanan klinis.
Menurut Auerbach, temuan ini juga memunculkan pertanyaan bagi layanan primer dan klinisi perujuk mengenai bagaimana jalur rujukan dirancang untuk keluhan yang tidak lagi cocok dimasukkan secara rapi ke dalam satu strategi diagnostik tunggal.
Rata-rata tingkat kecemasan pada periode 2011–2019 berada di angka 12,5 persen. Angka itu melonjak menjadi 21,1 persen pada 2020 dan mencapai puncaknya di 24,3 persen pada 2021.
Meski kemudian menurun, tingkat kecemasan pada 2025 yang tercatat 17,8 persen masih jauh di atas tahun mana pun sebelum pandemi. Pola ini menunjukkan bahwa perubahan tersebut bukan lonjakan sesaat, melainkan pergeseran yang bertahan.
Sebagai konteks nasional, laporan headspace 2025 mencatat bahwa 53 persen perempuan muda Australia melaporkan tingkat tekanan psikologis yang tinggi atau sangat tinggi. Perempuan berusia 18 hingga 29 tahun mengalami peningkatan hari-hari dengan kondisi mental yang buruk paling tajam dibanding kelompok mana pun antara 2018 dan 2025.
Pertumbuhan jumlah klien praktik selama 15 tahun juga berarti perbandingan jumlah kasus mentah bersifat indikatif. Karena itu, angka pertumbuhan burnout lebih tepat dibaca sebagai proporsi klien (0,6% menjadi 2,8%) ketimbang sebagai lonjakan sebelas kali lipat.
Untuk pembaca di Australia: Lifeline 13 11 14 · Beyond Blue 1300 22 4636.
Baca Laporan Lengkap → Sydney Women's Mental Health Report 2026 · counsellingsydney.com.au