Halo sobat inspirasi!
Salah satu persoalan utama dalam menyambung komunikasi adalah berlebihnya fitur-fitur percakapan. Istilah over-capacity di berbagai hal seperti kapasitas penyimpanan, chat satu sama lain (tertimpa), atau bahkan nomer yang tidak terdaftar di kontak ponsel, semuanya mengakibatkan distraksi. Hal ini tentunya berakibat fatal, tak hanya memberikan stress dari overstimulasi namun juga mengurangi daya tahan dalam fokus. Begitu juga dengan saya, oleh karena itu, pada artikel ini, tutorial menggunakan Google Chat sebagai salah satu cara untuk mengurangi rangsangan berlebihan di WhatsApp, khususnya untuk pekerjaan.
Bagi para dosen yang menggunakan platform berbasis Google, hal ini membantu untuk mengurai area-area pekerjaan. WhatsApp hanya digunakan untuk keperluan komunikasi sesama keluarga, teman, dan kolega; sedangkan, media lain seperti Google Chat digunakan untuk keperluan komunikasi akademik dengan mahasiswa. Manfaat lainnya juga berbagi atau sharing dokumen juga menjadi lebih memudahkan. Berikut, tata caranya:
Login ke Chat Google
- Buka peramban/ browser masing-masing seperti Edge, Chrome, Firefox, ataupun Safari
- Lalu ketikkan chat.google.com, sehingga tampilan akan seperti Gambar di atas. Namun, jika ingin menggunakannya via ponsel pintar, anda tinggal instal di PlayStore atau AppStore, dan klik Google Chat
- Bagi pengguna Gmail, maka secara otomatis, Google Chat sudah ter-login
Mulai Percakapan
- Klik atau Tap di "Chat Baru" atau "New Chat" atau simbol "+"
- Lalu ketik alamat email, khususnya Gmail, jika ingin lebih dari satu 1 orang, dapat digunakan "ruang", atau create a space
Dengan ini, akun Google Chat anda sudah aktif. Yang terpenting adalah dari akun ini, setiap alamat email yang tidak pernah berkorespondensi akan dimintai otorisasi terlebih dahulu, sehingga kita dapat waspada dan hati-hati. Semoga bermanfaat.




