Apa love language kamu?


 Pernahkah kamu bertanya pada diri sendiri:

  1. “Kenapa ya aku merasa kurang dicintai, padahal pasangan atau orang terdekatku merasa sudah berusaha?”
  2. Atau sebaliknya, “Aku sudah berbuat banyak, tapi kok sepertinya tidak dihargai?”

Pertanyaan-pertanyaan ini sering kali bermuara pada satu hal penting: yaitu love language atau bahasa cinta. Love language adalah cara utama seseorang memberi dan menerima cinta. Ketika bahasa cinta kita tidak dapat dipahami atau sebaliknya kita tidak dapat memahami bahasa cinta orang lain; maka hubungan yang sebenarnya penuh niat baik bisa terasa hambar, bahkan menyakitkan.

Cara Paling Cepat Mengetahui Love Language-mu

Cara tercepat untuk mengetahui love language utama adalah dengan mengikuti tes online. Banyak kuis gratis di internet yang bisa membantumu mengenali apakah kamu lebih condong pada words of affirmation, quality time, acts of service, receiving gifts, atau physical touch.

Namun, jika kamu masih ragu atau ingin mengenal dirimu lebih dalam, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Apa Hal-Hal yang Membuatmu Merasa Paling Dicintai?

Cobalah mengingat momen-momen ketika kamu merasa benar-benar dicintai dan diperhatikan.
Apa yang terjadi saat itu?

Apakah kamu merasa paling tersentuh ketika seseorang meluangkan waktu khusus untukmu?
Atau saat kamu dipuji dan dihargai dengan kata-kata?
Atau justru ketika seseorang membantumu tanpa diminta?

Ingatan emosional terkuat sering kali menjadi petunjuk paling jujur tentang bahasa cinta yang paling kamu hargai.

2. Bagaimana Cara Kamu Biasanya Mengekspresikan Kasih Sayang?

Perhatikan bagaimana kamu mengekspresikan cinta atau kasih sayang kepada orang lain. Apakah kamu suka menulis pesan manis, memberi hadiah kecil, memeluk, atau membantu dalam kegiatan-kegiatan tertentu secara praktis? Sering kali, cara kita mencintai orang lain adalah cerminan dari cara kita ingin dicintai. Ketika kamu melakukan sesuatu dan merasa puas secara emosional, kemungkinan besar itulah love language-mu.

3. Hal Apa yang Paling Melukaimu?

Rasa sakit juga bisa menjadi kompas emosional. Pada saat berbicara apa perihal yang membuatmu merasa tidak nyaman, dan dari hal tersebut bagian mana yang membuatmu merasa paling terluka? Begitu juga apakah pada saat bekerja, makan, ataupun hal-hal 
Coba perhatikan keluhan yang paling sering muncul dari hatimu:

  • Apakah kamu merasa kurang dihargai dengan kata-kata?
  • Merasa diabaikan karena jarang diberi waktu?
  • Atau merasa sendirian karena tidak ada bantuan nyata?

Dan dari apa yang paling melukaimu biasanya adalah apa yang paling kamu butuhkan, namun belum terpenuhi. Sehingga, salah satu cara untuk mencaritahunya adalah dengan memahami hal tersebut. Kamu juga bisa menyatakan dengan kalimat "Aku merasa ...... ketika/ pada saat ... maka aku inginnya/maunya seperti ini"

4. Apa yang Paling Sering Kamu Minta dari Orang Lain?

Perhatikan permintaan yang sering kamu ulangi, baik secara langsung maupun tidak langsung:

  • “Temani aku sebentar.”
  • “Peluk aku.”
  • “Tolong bantu aku.”

Permintaan yang terus berulang hampir selalu menunjukkan kebutuhan emosional terdalam kita.

Catatan Penting tentang Love Language yaitu bahwa, love language paling efektif dan bermakna ketika diterapkan dalam hubungan yang sah dan aman secara emosional, seperti dengan pasangan (suami/istri), anak, orang tua, keluarga, atau kerabat dekat. Bahasa cinta bukan alat untuk menuntut atau memanipulasi, melainkan jembatan untuk saling memahami dan mencintai dengan lebih tepat.

Mengenali love language bukan tentang siapa yang paling benar, tetapi tentang belajar mencintai dengan cara yang bisa benar-benar dirasakan oleh orang lain dan diri kita sendiri. Karena cinta bukan hanya soal niat, tetapi juga soal bahasa.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak