Bukan Sekadar Beli Mesin: Tim Pengabdian USU Tata Ulang Alur Kerja Pengemasan UMKM
Tim dosen Pengabdian Masyarakat dari FMIPA dan Teknik, Universitas Sumatera Utara, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada mitra UMKM Seblak Goreng Mang Maman di Jalan Letda Sudjono, Gg. Budi, Kecamatan Medan Tembung. Kegiatan yang dibiayai dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) USU Tahun Anggaran 2026 ini berfokus pada perbaikan sistem pengemasan produk.
Sebelum kegiatan berlangsung, proses pengemasan mitra sepenuhnya dilakukan secara manual sehingga kapasitas produksi terbatas dan mutu segel antar-kemasan tidak seragam. Tim kemudian menyerahkan satu unit mesin kemas semi otomatis jenis continuous band sealer yang mampu menyegel kemasan berbahan polyethylene, polypropylene, serta aluminium foil laminated dengan kecepatan hingga 15-18 kemasan per menit.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermakna memberikan dampak kepada masyarakat. Dengan demikian, kehadiran USU di tengah masyarakat tak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga berdampak dalam membangun aspek sosial-ekonomi masyarakat di kota Medan, Sumatera Utara”
— Prof. Dr. Andriayani, S.Pd, M.Si, Ketua Tim PelaksanaMenariknya, implementasi mesin justru memunculkan persoalan baru yang tidak terlihat pada tahap perencanaan. Karena kecepatan penyegelan jauh melampaui kecepatan pengisian manual, produk yang telah diisi harus menunggu giliran dan ditumpuk. Akibatnya, terjadi perubahan siklus produksi yang membutuhkan adaptasi.
![]() |
| Tim dosen melakukan survey |
Tim bersama mitra kemudian menyepakati penambahan 20 unit kabinet penyimpanan sementara sebagai penyangga antara proses pengisian dan penyegelan. Setiap kabinet menampung sekitar 50 kemasan, ditutup, lalu disusun berurutan menurut waktu penutupan sehingga penyegelan selalu dimulai dari kabinet yang paling lama menunggu.
“Terimakasih banyak kepada tim pengabdian, bu Andriayani, pak Veros, Oki, dan Alfin. Kehadiran mesin ini membuat kerja kami sangat-sangat ringan, bahkan di jam 10, kita dapat mencapai 1500an kemasan untuk dipasarkan pada hari itu juga.”
— Arman, Staff produksi Seblak Mang MamanHasil pendampingan menunjukkan kapasitas pengemasan meningkat dari 500-600 kemasan per jam menjadi 1000 kemasan per jam, sementara kebutuhan tenaga kerja pada tahap pengemasan berkurang dari 5 orang menjadi 2 orang.
Tim juga tengah menyusun naskah akademik berupa analisis beban kerja untuk mengukur dampak perubahan alur kerja tersebut secara terukur.
Selain penyerahan peralatan, kegiatan ini mencakup pelatihan pengoperasian mesin, pendampingan penerapan sistem FIFO, serta pemasangan plang kegiatan sebagai penanda program pengabdian di lokasi mitra.
